1. Latar
Belakang
1.1
Apa itu manusia yang bermasyarakat ?
Manusia
adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat
mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.Karena manusia menjalankan
peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan
perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui
medium kehidupan sosial.
Esensi
manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang
status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana
tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Manusia hidup dalam masyarakat, manusia adalah mahluk
sosial. Masyarakat pada dasarnya terdiri dari 3 golongan besar:
- Golongan berdasarkan hubungan kekeluargaan:
Perkumpulan keluarga.
- Golongan berdasarkan kepentingan/ pekerjaan:
perkumpulan ekonomi, koperasi, serikan sekerja, perkumpulan social.
- golongan berdasarkan tujuan/ ideologi: partai
politik, perkumpulan keagamaan.
Manusia yang hidup dalam masyarakat tersebut mempunyai
kepentingan-kepentingan yang berbeda. Pertentangan antar kepentingan dapat
menimbulkan kekacauan, oleh karena itu diperlukan petunjuk hidup/ kaidah, namun
hidup bermasyarakat penting, karena diantara mereka dapat kerjasama yang
positif untuk mencapai kehidupan yang layak.
Sedangkan
masyarakat menurut Aristoteles mengatakan bahwa manusia diciptakan sebagai
makhluk monodualisme. Artinya, setiap manusia memiliki dua naluri pokok yang
bertentangan. Yang pertama adalah keinginan untuk berhubungan dengan Khaliknya
(sebagai makhluk individu), dan yang kedua adalah keinginan untuk berhubungan
dengan individu lain dalam konteks masyarakat (sebagai makhluk sosial). Begitu juga
dengan kebudayaan dan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan nyata yang selamanya merupakan dwi tunggal, yang mana tidak ada
masyarakat tanpa kebudayaan dan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat.
Sementara
itu Selo Soemardjan mendefinisikan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang
hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Sedangkan menurut Paul B. Horton,
masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup
bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki
kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Pada bagian lain Horton mengemukakan bahwa masyarakat adalah suatu organisasi
manusia yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Soerjono
Soekanto mengemukakan bahwa ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya adalah
sebagai berikut:
1.
Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
2.
Bercampur atau bergaul dalam waktu cukup lama. Berkumpulnya manusia akan
menimbulkan manusia-manusia baru. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul
system komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia.
3.
Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
4.
Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan
kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
Untuk
terbentuknya suatu masyarakat paling sedikit harus terpenuhi tiga unsur
berikut.
1.
Terdapat sekumpulan orang.
2.
Berdiam atau bermukim di suatu wilayah dalam waktu yang relatif lama
3.
Akibat dari hidup bersama dalam jangka waktu yang lama itu menghasilkan
kebudayaan.
Dari
pendapat beberapa ahli tersebut, dapat dilihat bahwa kebudayaan itu adalah
unsur yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pentingnya kebudayaan
tersebut dapat disimpulkan dari pendapat dua antropolog yatu Melvile J.
Herkovits dan Bronislaw Malinowski yang mengemukakan pengertian Cultural
Determinism yang berarti bahwa segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat
ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
Selanjutnya, kebudayaan dipandang sebagai sesuatu yang super organik, karena
kebudayaan itu tetap ada secara turun temurun dari generasi ke generasi yang
seterusnya tetap terus hidup walaupun anggota masyarakatnya telah berganti
karena kematian ataupun kelahiran.
1.2
Norma
dalam bermasyarakat
Norma
adalah tata tertib yang harus di ikuti dan norma merupakan peraturan yang mencakup:
- Norma agama : Berpangkal pada kepercayaan adanya yang maha kuasa,
menganggap norma agama ditentukan oleh Tuhan.
Contohnya : a) Seseorang dalam beribadah
b) Patuh kepada orang tua
2.
Norma
kesusilaan : Peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia.
Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran persaan yang berakibat
penyesalan, norma ini bersifat umum dan
universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
Contohnya:
a) Berlaku jujur
b) Berbuat baik terhadapa sesama
c) Membantu orang lain yang membutuhkan
d) Tidak menggangu orang lain
e) Mengembalikan hutang
3.
Norma
kesopanan : Kesopanan merupakan akhlak yang harus kita ketahui sejak dini.
suatu hal yang mencerminkan kita pada baik dan buruk seseorang. Setiap orang memang
harus mengerti tentang apa kesopanan itu. norma yang muncul dari suatu
masyarakat tertentu.
dbersifat lokal,
dan bergantung pada adat istiadat. akhlak yang ditaati untuk pedoman setiap
manusia.
Contohnya : a) Orang
muda harus menggunakan bahasa yang lebih halus jika berbicara
dengan
orang yang lebih tua
b) Mempersilakan wanita duduk, jika bus atau
kereta telah penuh;
c) Mengetuk pintu jika bertamu;
d) Gotong royong untuk kepentingan bersama; dan
e) Mengundang tetangga jika menyelenggarakan
acara.
1.
Norma
kebiasaan : Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara
berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
Contonya : a) Pulang kampung
b) Selamatan
c) Kelahiran bayi , dan
lain-lain
2.
Norma
Hukum : Himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata
tertib dalam suatu masyarakat (negara) . Sangsi norma hukum bersifat mengikat
dan memaksa. Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis,
atau disebut juga perundang-undangan.
Contohnya : a) Melanggar rambu
lalu lintas
b) Tindakan kriminalitas.
1.2
Pelanggaran Norma
Seperti apa yang sudah
di ketahui dari pengertian apa itu norma dan bagaimana jika norma-norma ini
dilanggar oleh masyarakat atau individu dan dampaknyaknya bagaimana? Mari kita
bahas.
1. Norma
agama : Seseorang sudah tidak percaya
kepada tuhan dan tidak meiliki agama sehingga dia melakukan hal yang salah,
karena di dalam agam banyak tatanan kehidupan dan bagaimana cara menghadapi
hidup yang benar. Pada dasarya semua agama mengajarkan hal kebaikan baik agama
Islam, Kristen, Hindu, Budha, maupun agama-agama yang lainnya.
2. Norma kesusilaan : Seseorang yang sudah tidak
jujur pada orang lain mengakibatkan sudah
tidak percaya lagi kepada orang itu, sebagai contoh seorang yang di wasiatkan
untuk menyampaikan sebuah amanah berupa titipan uang kepada orang lain tetapi
orang yang dititipkan tersebut tidak menyampaikan kepada orang yang dituju
sehingga diketahui oleh orang yang memberikan amanah, maka dampaknya orang
tersebut tidak percaya lagi kepada orang itu.
3.
Norma kesopanan : Dalam hal ini seseorang harus menjaga kesopanan terhadap
orang lain dalam hal bermasyarakat sebagai contoh dalam hal berbicara kepada
orang tua bagaimana cara bicara yang baik, sehingga orang tua bisa menghormati
lawan bicaranya yang masih muda, dan bagaimana semuanya saling menghormati.
4. Norma Kebiasaan : Dampak norma kebiasan
sebenarnya tidak begtu sangat dirasakan oleh
masyarakat, sebenarnya norma
kebiasaan ini ditunjukan untuk individu, sebagai contoh disaat
lebaran
kebanyakan orang muslim akan mudik ( pulang kampung) jika tidak dilakukan oleh
individu sebenarnya tidak masalah, karena ini hanya kebiasaan turun temurun.
5.
Norma hukum : Realitas
norma-norma tersebut satu sama lain memperkokoh kekuatan pengaruhnya dalam
masyarakat. Perbedaan norma-norma tersebut karena legitimasinya/ legitimasi
sanksinya. Norma hukum paling kuat kedudukannya dalam masyarakat, karena norma
hukum mempunyai alat penegak hukum. Hukum akan bertindak jika terjadi
pelanggaran.
1. Budaya
Dalam Bermasyarakat
2.1 Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan
ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi
budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan
oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya
sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda
dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika,
"keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan
kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut
membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan
menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya
yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan
hidup mereka.
Dengan demikian,
budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan
aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
2.2
Karakter bermasyarkat
Pada umunya masyarakat harus memiliki
18 karakter untuk bisa hidup berdampingan hidupnya diantarnya :
Ø Religius
: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,
toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan selalu hidup rukun dengan
pemeluk agama lain.
Ø Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya
menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan
dan pekerjaan.
Ø Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai
perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang
berbeda dari dirinya.
Ø Disiplin : Tindakan yang menunjukan perilaku
tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Ø Kerja
Keras : Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai
hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
Ø Kreatif
: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari
sesuatu yang telah dimiliki.
Ø Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah
tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Ø Demokratis
: Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban
dirinya dan orang lain.
Ø Rasa
Ingin Tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih
mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar.
Ø Semangat
Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan
kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya.
Ø Cinta
Tanah Air : Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan rasa kesetiaan,
kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik,
sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
Ø Menghargai
Prestasi : Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu
yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan
orang lain.
2.2
Karakter bermasyarkat
Pada umunya masyarakat harus memiliki
18 karakter untuk bisa hidup berdampingan hidupnya diantarnya :
Ø Religius
: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,
toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan selalu hidup rukun dengan
pemeluk agama lain.
Ø Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya
menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan
dan pekerjaan.
Ø Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai
perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang
berbeda dari dirinya.
Ø Disiplin : Tindakan yang menunjukan perilaku
tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Ø Kerja
Keras : Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai
hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
Ø Kreatif
: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari
sesuatu yang telah dimiliki.
Ø Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah
tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Ø Demokratis
: Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban
dirinya dan orang lain.
Ø Rasa
Ingin Tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih
mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar.
Ø Semangat
Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan
kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya.
Ø Cinta
Tanah Air : Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan rasa kesetiaan,
kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik,
sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
Ø Menghargai
Prestasi : Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu
yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan
orang lain.
Ø Bersahabat/Komunikatif
: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama
dengan orang lain.
Ø Cinta
Damai : Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang
dan aman atas kehadiran dirinya.
Ø Gemar
membaca : Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang
memberikan kebajikan bagi dirinya.
Ø Peduli
Lingkungan : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada
lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi.
Ø Peduli
Sosial : Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain
dan masyarakat yang membutuhkan.
Ø Tanggung-Jawab : Sikap dan perilaku seseorang
untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan,
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara
dan Tuhan Yang Maha Esa.
3.
Perubahan pola masyarakat dalam berbudaya
3.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan.
Banyak yang dapat
merubah berbudaya dalam bermasyarkat
dikarenakan masyarakat yang sudah mulai medapatkan hal yang baru , untuk lebih
jelasnya saya jelaskan satu persatu.
Ø Sudah
mulai meninggalkan budaya yang lama
Kebudayaan yang sudah ditinggal oleh
masyarakat pada umumnya sudah mulai
bosen dengan budaya yang lama dan mencari hal yang baru, tanpa ada sistem
filterisasi kebudayaan atau kebiasaan yang baru.
Ø Munculnya kebudayaan atau kebiasaan yang baru.
Kebudayaan yang baru biasanya mucul bisa
melalui semua media dan diterapkan oleh masyakrakat itu sendiri, dan perlahan
lahan kebudayaan yang lama akan shiangegera menghilang.
Ø Munculnya
kebudayaan dengan cara akultulrasi
Akultulrasi merupakan
perpaduan dua kebudayaan atau lebih akibat dari iterfeksi yang terjadi
antara
sekelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan tertentu, dengan kelomok
masyarakat yang lain sehingga menjadi perubahan pola kebudayaan yang original, namun
tidak menyebabkan
hilangnya unsur kedua budaya tersebut.
3.2 Perbedaan kebudayaan bermasyrakat dengan
negara lain
Pada umunya negara yang sudah
maju atau negara yang masih berkembang
pola pikir dalam hal bermasyrakat sudah hampir sama, semakin sibuknya masyarakat
yang saat ini mendepankan “Egoistis”
(menang sendiri) maka semakin adanya jarak dalam hal bermasyrakat. Dalam hal
ini saya memberikan contoh perbedaan budaya barat dengan budaya timur.
A.Budaya
Barat
Budaya Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban
Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang berasal Eropa. Istilah
"budaya Barat" digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan
norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem
politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah
budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
Pengaruh
budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan
tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan
budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta
dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang
dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi
ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional
umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan
nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
Pengaruh
budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi
etika atau moral, selama masa Pasca Klasik.
Pengaruh
budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi
lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa
Romantisisme.
Konsep
budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam
definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta
prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain.
Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan
dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang
sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa,
misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak
terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap
sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa
kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara
lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan
penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme
budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
Ada
3 ciri Budaya Barat”
Pertama
adalah “penghargaan terhadap martabat manusia”. Hal ini bisa dilihat pada
nilai-nilai seperti: demokrasi, institusi sosial, dan kesejahteraan ekonomi.
Kedua
adalah “kebebasan”. Di Barat anak anak berbicara terbuka di depan orang dewasa,
orang orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat
secara bebas, tidak membedakan status sosial dsb.
ketiga
adalah “penciptaan dan pemanfaatan teknologi” seperti pesawat jet, satelit,
televisi, telepon, listrik, komputer dsb. orang Barat menekankan logika dan
ilmu. orang Barat cenderung aktif dan analitis.
B.Budaya
Timur
Kebudayaan Timur adalah
kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan berbagai
macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat dicontohkan dengan cara
menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan
minuman apa saja yang boleh di minum, karena hal tersebut dapat berpengaruh
pada pertumbuhan maupun terhadap fisik. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu
dapat berupa kegiatan yang umumnya/mayoritas dilakukan sendiri, seperti :
bersemedi, bertapa, berdo’a, beribadah, dll.
Kebudayaan timur yang dimaksud
disini adalah sebuah kebudayaan diluar kebudayaan orang-orang eropa barat
(bangsa eropa barat dan jajahannya). Kebudayaan timur muncul sebagai pembeda
dari negara-negara yang pernah dijajah oleh bangsa eropa barat. Oleh karena itu
munculah sebuah istilah barat dan timur.
Hal yang paling dominan dari
kebudayaan timur adalah adat istiadat yang masih dipegang teguh.Walaupun adat
istiadat saat ini mulai pudar dan berubah. Selain itu hal yang dominan adalah
konsep gotong royong,kebersamaan menjadi hal yang paling utama.
3.2.1 Letak Perbedaan Antara Kebudayaan Barat
dan Timur
cara
umum perbedaan antara kebudayaan barat dan timur ada 19 item yaitu:
1.
Opini/Pendapat
Orang
Timur cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus
berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya/tujuannya tidak
serumit yang dimaksud. Sangat berbeda dengan orang Barat, mereka langsung ke
pokok masalah dan mereka nggak biasa basa-basi.
2.
Waktu
Orang
Timur terkenal kurang menghargai waktu kalau ada janji kadang tidak tepat
waktu. Berbeda dengan orang Barat mereka sangat menghargai waktu, sebab mereka
paling enggak suka kalau janji jam karet alias telat waktu.
3.Gaya
Hidup.
Orang
Timur khususnya Indonesia sangat senang kalau tetap deket sama keluarga, makan
kaga makan yang penting kumpul. Berbeda dengan orang Barat mereka cenderung
individualis.
4.Hubungan.
Karna
orang Timur sangat bersosialisasi atau menjalin hubungan lebih komplek, makanya
situs jaring Facebook ataupun Friendster lebih banyak diminati oleh orang
Timur, khususnya Indonesia. Berbeda dengan orang Barat mereka lebih
individualis/sangat jarang menjalin hubungan dangan orang lain.
5.
Perayaan / pesta
Jika
ada perayaan atau pesta orang Timur lebih suka mengundang orang sebanyak,
mungkin kalau sedikit rasanya nggak afdol / (kaga sah kali ya), Contohnya dalam
acara pernikahan, benar-benar pemborosan, berbeda dengan orang Barat, mau acara
pernikahan saja undangannya lewat Fax. dan nggak semua orang diundang, cukup
kerabat atau teman dekat, lebih sederhana dan nggak boros biaya.
6.
Terhadap sesuatu yang Baru
Orang
Timur kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya,
makanya nggak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtive, punya
handphone gonta ganti, bahkan ada yang koleksi HP, mobil tiap tahun
gonta-ganti, hanya karena nggak mau ketinggalan model. Berbeda dengan orang
Barat Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta keblinger pengen
tahu dan pengen memiliki atau memakainya , hanya sekedar tahu saja..
7.
Anak
Dikeluarga
orang Timur terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah
sangat memanjakan, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang
orang tua tetap masih aja ngurusin anaknya, dengan harapan keturunan mereka
bisa lebih langgeng dan sukses. Berbeda dengan keluarga orang Barat, anak-anak
mereka dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah
melepaskannya.
8.Trendi
Jika
orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami,
kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke
barat-baratan, contoh : orang Timur lebih merasa gengsi kalau makan di tempat
fast food, padahal dinegara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan
biasa saja.
9.Atasan/Bos
Ini
yang menarik, orang Timur/Asia umumnya memperlakukan atasan lebih dari yang
lainnya, dan sang atasannya pun senang diperlakukan seperti itu. Berbeda jika
di Barat, atasan tidak terlalu menonjolkan diri sebagai yang punya kuasa penuh,
tetap sejajar dengan bawahan, namun tetap punya kekuasaan dan diakui sebagai
atasan.
10.MasaTua
Kalau
orang Timur masa tua lebih banyak ngurusin cucu, kalau di Barat nggak ada
namanya ngasuh cucu, paling banter sekedar ketemuan itu pun kalau kangen saja,
karena hidupnya sudah masing-masing.
11.
Transportasi
Dahulu
orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka
pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang
Timur, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah
harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.
12.Di
tempat makan
Ditempat
makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, nggak rame dan
seberisik orang Timur.
13.Wisata
Kalau
lagi wisata, orang Timur paling suka foto-foto, sangat beda sama orang Barat,
kalau ke tempat wisata mereka lebih suka mengamati keindahan suasana ketibang
foto-foto.
14.Keindahan
tubuh ideal
Orang
Barat merasa ideal punya warna kulit tubuh kecoklat-coklatan, makanya sering
berjemur dipantai, beda kalau orang Timur terutama orang Indonesia, malah
sangat mendambakan warna kulit putih.
15.Menghadapi
masalah
Kalau
orang Timur lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah,
berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah.
Makanya jangan heran kalau di Indonesia orang mau sukses ambil jalan pintas,
mau bisnis sukses, main suap rekan bisnis, mau anak sukses jadi pegawai negeri,
main suap sana suap sini, mau jadi caleg, asal punya duit jadi deh nomor urut
1, nggak sedikit yang datang ke dukun supaya lebih tercapai cita-cita jadi
anggota dewan.
16.Marah
Kalau
orang Barat lagi marah memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih
banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.
17.Percaya
Diri
Suka
tidak suka orang Barat lebih percaya diri dibanding orang Timur.
18.Hari
Minggu
Orang
Timur lebih suka menghabiskan waktu hari libur Sabtu dan Minggu pergi
jalan-jalan sekedar pergi ke Mall, nonton bisokop, kongkow-kongkow, beda dengan
orang Barat, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding pergi
jalan-jalan.
19.Makan
Umumnya
orang Barat makan dibagi 3, makan pembuka, makanan Utama, dan makanan penutup,
beda kalau orang Timur ketiga-tiganya makanan utama.
3. Budaya
bermasyarakat Indonesia Yang Perlahan Menghilang
Kita
sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas
ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami)
udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan
budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya
1.
Cium Tangan Orang Tua
Cium tangan biasa di bilang salim,
hal ini dilakukan biasanya saat bertemu dengan orang yang lebih tua ataupun
orang tua sendiri, dan juga orang yang lebih tua dalam keluarga dan tatanan
bermasyarakat contohnya tetangga. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menghormati
orang yang lebih tua dengan cara cium tanganya. Kebudayaan yang seperti ini
perlahan akan segera hiang semakin majunya zaman.
2. Penggunaan
Tangan Kanan
Bila
di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan
ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk
berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan
kanan. (kecuali memang di anugerahi
kebiasaan kidal sejak lahir).
3. Senyum
Dan Sapa
Kebiasaan
ini menjadi identik dengan Indonesia karena Indonesia dikenal dengan negara
yang mudah senyum dan saling tegur sapa, namun saat ini kebiasaan tersebut
sudah jarang terlihat.
4. Musyawarah
Kebudayaan ini sudah sangat jarang di temui, apalagi di kota
besar misalnya Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan
egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu
dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih
menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang
namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara
musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus
melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan
cinta damai.
5.. Gotong
Royong
Salah
satu kebudayaan yang akan segera hilang dan bahkan sudah sangat jarang kita
temui di kehidupan. Gotong royong merupakan bentuk kebersamaan antar masyarakat
sehingga mepererat jaringan silaturahmi.
4. Kesimpulan dan Saran
4.1
Kesimpulan
Kebudayaan
yang saat sekarang sudah sangat berbeda dari pada zaman dulu, semakin
mengingkatnya zaman yang maju semakin tersingkirnya kebudayaan atau kebiasaan
budaya yang lama. Budaya barat sangat mempengaruhi perubahan budaya di seluruh
dunia.
4.2
Saran
Setelah
membahas dan mempelajari budaya masyarakat yang hilang saya
mengharapkan bagi siapa saja yang
membaca artikel ini tetap melestarikan
budaya masyarakat ini, karena
budaya-budaya ini menjadi integritas
bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
1. 5
kebudayaan Indonesia yang mulai hilang (2013,
15 April)
http://www.tamoranews.com/2011/12/5-kebudayaan-indonesia-yang-mulai.html
2. Cerminan
etika (2013, 16 April)
http://journal.unair.ac.id/filerPDF/CERMINAN%20ETIKA.pdf
3. Manusia
mahluk sosial ( 2013, 16 April)
http://eituzed.blogspot.com/2012/11/manusia-makhluk-sosial.html
4. Macam-macam
norma dalam masyarakat
http://www.slideshare.net/aidhayuriza/macam-macam-norma-dalam-masyarakat.html
5. Makalah
perbedaan budaya Barat dan Timur
No comments:
Post a Comment