Saturday, 5 October 2013

Kehdiupan Bersosialisasi Dalam BerTetangga


Pendahuluan Dan Latar Belakang 

Semakin berubahnya zaman saat ini yang semakin sibuk dengan kegiatan masikng-masing mengakibatkan kehidupan sosial antar tetangga semakin tidak kenal antar satu rumah dengan rumah yang lainnya.Pada umunya manusia adalah mahluk yang bersosial namun saat ini manusia lebih cenderung kepada sifat "Individu", kenapa? yah karena rutinitas yang saat ini dijalankan oleh manusia itu sendiri semakin padat dan cenderung kearah pekerjaan sendiri.

Permasalahan 

Sudah dijelaskan pada pendahuluan dan latar belakang alasan mengapa manusia sudah tidak terlalu banyak empati dalam hal bertetangga. Masalah ini sudah saatnya dijadikan sebuah wacana dan dijadikan bahan intropeksi diri dalam berbabagai macam lapisan sosial. Semakian parahnya zaman sekarang yang lebih mementingkan ego masing-masing manusia untuk menunjukan kredibelitas manusia itu sendiri, sebagai contoh kehidupan bertetangga yaitu banyak perumahan-perumahan elit  yang dibangun tembok yang tinggi dengan alasan untuk keamanan, dan beberapa bahkan rata-rata penghuninya tidak suka membaur antar 1 tetangga dengan tetangga yang lainnya. Hanya para pembantu saja yang membau dengan pembantu lainnya. Bahkan ada suatu kejadian tetangga yang meninggal dunia samping rumah tidak tau. Sungguh sangat irosnis sekali dalam kehidupan bertetangga. 

Solusi 
Menyikapi masalah tentang kehidupan bertetangga saat ini ada beberapa solusi yang ingin saya tulis yaitu: 
Adakan acara sosialiasi lingkungan 
Adakan acara temu sapa, dengan tujuan sambil mengenal                 tetangga lain
Biasakan untuk saling bertamu ke tetangga lain 
Dan masih banyak yang lainnya 

Tuesday, 16 April 2013

Manusia dan Budaya Indonesia ( Budaya Bermasyarakat Yang Hilang Di Indonesia)


1.  Latar Belakang

1.1 Apa itu manusia yang bermasyarakat ?
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.Karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Manusia hidup dalam masyarakat, manusia adalah mahluk sosial. Masyarakat pada dasarnya terdiri dari 3 golongan besar:
  1. Golongan berdasarkan hubungan kekeluargaan: Perkumpulan keluarga.
  2. Golongan berdasarkan kepentingan/ pekerjaan: perkumpulan ekonomi, koperasi, serikan sekerja, perkumpulan social.
  3. golongan berdasarkan tujuan/ ideologi: partai politik, perkumpulan keagamaan.

Manusia yang hidup dalam masyarakat tersebut mempunyai kepentingan-kepentingan yang berbeda. Pertentangan antar kepentingan dapat menimbulkan kekacauan, oleh karena itu diperlukan petunjuk hidup/ kaidah, namun hidup bermasyarakat penting, karena diantara mereka dapat kerjasama yang positif untuk mencapai kehidupan yang layak.
Sedangkan masyarakat menurut Aristoteles mengatakan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk monodualisme. Artinya, setiap manusia memiliki dua naluri pokok yang bertentangan. Yang pertama adalah keinginan untuk berhubungan dengan Khaliknya (sebagai makhluk individu), dan yang kedua adalah keinginan untuk berhubungan dengan individu lain dalam konteks masyarakat (sebagai makhluk sosial). Begitu juga dengan kebudayaan dan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan nyata yang selamanya merupakan dwi tunggal, yang mana tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat.
Sementara itu Selo Soemardjan mendefinisikan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Sedangkan menurut Paul B. Horton, masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu. Pada bagian lain Horton mengemukakan bahwa masyarakat adalah suatu organisasi manusia yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya adalah sebagai berikut:
1. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
2. Bercampur atau bergaul dalam waktu cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul system komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia.
3. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
4. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
Untuk terbentuknya suatu masyarakat paling sedikit harus terpenuhi tiga unsur berikut.
1. Terdapat sekumpulan orang.
2. Berdiam atau bermukim di suatu wilayah dalam waktu yang relatif lama
3. Akibat dari hidup bersama dalam jangka waktu yang lama itu menghasilkan kebudayaan.
Dari pendapat beberapa ahli tersebut, dapat dilihat bahwa kebudayaan itu adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pentingnya kebudayaan tersebut dapat disimpulkan dari pendapat dua antropolog yatu Melvile J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski yang mengemukakan pengertian Cultural Determinism yang berarti bahwa segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Selanjutnya, kebudayaan dipandang sebagai sesuatu yang super organik, karena kebudayaan itu tetap ada secara turun temurun dari generasi ke generasi yang seterusnya tetap terus hidup walaupun anggota masyarakatnya telah berganti karena kematian ataupun kelahiran.
1.2                         Norma dalam bermasyarakat

Norma adalah tata tertib yang harus di ikuti dan norma merupakan peraturan yang mencakup:
  1. Norma agama : Berpangkal pada kepercayaan adanya yang maha kuasa, menganggap norma agama ditentukan oleh Tuhan.
Contohnya :   a)  Seseorang dalam beribadah
          b)   Patuh kepada orang tua

2.      Norma kesusilaan : Peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran persaan yang berakibat penyesalan, norma ini bersifat umum   dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
Contohnya: a)  Berlaku jujur
                   b)  Berbuat baik terhadapa sesama
                   c)  Membantu orang lain yang membutuhkan
                   d)  Tidak menggangu orang lain
                   e) Mengembalikan hutang

3.      Norma kesopanan : Kesopanan merupakan akhlak yang harus kita ketahui sejak dini. suatu hal yang mencerminkan kita pada baik dan buruk seseorang. Setiap orang memang harus mengerti tentang apa kesopanan itu. norma yang muncul dari suatu masyarakat tertentu.

dbersifat lokal, dan bergantung pada adat istiadat. akhlak yang ditaati untuk pedoman setiap manusia.
Contohnya : a) Orang muda harus menggunakan bahasa yang lebih halus jika berbicara
                          dengan orang yang lebih tua
                    b)  Mempersilakan wanita duduk, jika bus atau kereta telah penuh;
                    c)  Mengetuk pintu jika bertamu;
                    d)  Gotong royong untuk kepentingan bersama; dan
                    e)  Mengundang tetangga jika menyelenggarakan acara.



1.      Norma kebiasaan : Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
Contonya : a) Pulang kampung
                   b) Selamatan
                   c) Kelahiran bayi , dan lain-lain

2.      Norma Hukum : Himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara) . Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang-undangan.
Contohnya : a) Melanggar rambu lalu lintas
                    b)  Tindakan kriminalitas.


1.2                        Pelanggaran Norma

Seperti apa yang sudah di ketahui dari pengertian apa itu norma dan bagaimana jika norma-norma ini dilanggar oleh masyarakat atau individu dan dampaknyaknya bagaimana? Mari kita bahas.

1.    Norma agama :  Seseorang sudah tidak percaya kepada tuhan dan tidak meiliki agama sehingga dia melakukan hal yang salah, karena di dalam agam banyak tatanan kehidupan dan bagaimana cara menghadapi hidup yang benar. Pada dasarya semua agama mengajarkan hal kebaikan baik agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, maupun agama-agama yang lainnya.

2. Norma kesusilaan : Seseorang yang sudah tidak jujur pada orang lain  mengakibatkan sudah tidak percaya lagi kepada orang itu, sebagai contoh seorang yang di wasiatkan untuk menyampaikan sebuah amanah berupa titipan uang kepada orang lain tetapi orang yang dititipkan tersebut tidak menyampaikan kepada orang yang dituju sehingga diketahui oleh orang yang memberikan amanah, maka dampaknya orang tersebut tidak percaya lagi kepada orang itu.
3. Norma kesopanan : Dalam hal ini seseorang harus menjaga kesopanan terhadap orang lain dalam hal bermasyarakat sebagai contoh dalam hal berbicara kepada orang tua bagaimana cara bicara yang baik, sehingga orang tua bisa menghormati lawan bicaranya yang masih muda, dan bagaimana semuanya saling menghormati.
      4. Norma Kebiasaan : Dampak norma kebiasan sebenarnya tidak begtu sangat dirasakan oleh    
       masyarakat, sebenarnya norma kebiasaan ini ditunjukan untuk individu, sebagai contoh disaat 

lebaran kebanyakan orang muslim akan mudik ( pulang kampung) jika tidak dilakukan oleh individu sebenarnya tidak masalah, karena ini hanya kebiasaan turun temurun.
5. Norma hukum : Realitas norma-norma tersebut satu sama lain memperkokoh kekuatan pengaruhnya dalam masyarakat. Perbedaan norma-norma tersebut karena legitimasinya/ legitimasi sanksinya. Norma hukum paling kuat kedudukannya dalam masyarakat, karena norma hukum mempunyai alat penegak hukum. Hukum akan bertindak jika terjadi pelanggaran.

1.  Budaya Dalam Bermasyarakat

      2.1 Budaya
            
                 Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

                 Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

                 Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.

                 Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

2.2  Karakter bermasyarkat
            Pada umunya masyarakat harus memiliki 18 karakter untuk bisa hidup berdampingan hidupnya  diantarnya :
Ø  Religius : Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan selalu hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Ø   Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.

Ø   Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

Ø   Disiplin : Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

Ø  Kerja Keras : Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Ø  Kreatif : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

Ø   Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Ø  Demokratis : Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.

Ø  Rasa Ingin Tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar.

Ø  Semangat Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya.

Ø  Cinta Tanah Air : Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan rasa kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

Ø  Menghargai Prestasi : Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

2.2  Karakter bermasyarkat
            Pada umunya masyarakat harus memiliki 18 karakter untuk bisa hidup berdampingan hidupnya  diantarnya :
Ø  Religius : Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan selalu hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Ø   Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.

Ø   Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

Ø   Disiplin : Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

Ø  Kerja Keras : Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Ø  Kreatif : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

Ø   Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Ø  Demokratis : Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.

Ø  Rasa Ingin Tahu : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar.

Ø  Semangat Kebangsaan : Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya.

Ø  Cinta Tanah Air : Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan rasa kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

Ø  Menghargai Prestasi : Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

Ø  Bersahabat/Komunikatif : Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

Ø  Cinta Damai : Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

Ø  Gemar membaca : Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

Ø  Peduli Lingkungan : Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Ø  Peduli Sosial : Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

Ø    Tanggung-Jawab : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.



3. Perubahan pola masyarakat dalam  berbudaya

3.1  Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan.
      
            Banyak yang dapat merubah  berbudaya dalam bermasyarkat dikarenakan masyarakat yang sudah mulai medapatkan hal yang baru , untuk lebih jelasnya saya jelaskan satu persatu.

Ø  Sudah mulai meninggalkan budaya yang lama
     Kebudayaan yang sudah ditinggal oleh masyarakat  pada umumnya sudah mulai bosen dengan budaya yang lama dan mencari hal yang baru, tanpa ada sistem filterisasi kebudayaan atau kebiasaan yang baru.

Ø  Munculnya  kebudayaan atau kebiasaan yang baru.
   Kebudayaan yang baru biasanya mucul bisa melalui semua media dan diterapkan oleh masyakrakat itu sendiri, dan perlahan lahan kebudayaan yang lama akan shiangegera menghilang.

Ø  Munculnya kebudayaan dengan cara akultulrasi
                      Akultulrasi merupakan perpaduan dua kebudayaan atau lebih akibat dari iterfeksi yang terjadi          
                         antara sekelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan tertentu, dengan kelomok     
                         masyarakat yang lain sehingga menjadi perubahan pola   kebudayaan yang original, namun     
                         tidak menyebabkan hilangnya unsur kedua budaya tersebut.

 3.2 Perbedaan kebudayaan bermasyrakat dengan negara lain

                 Pada umunya negara yang sudah maju  atau negara yang masih berkembang pola pikir dalam hal bermasyrakat sudah hampir sama, semakin sibuknya masyarakat yang saat ini mendepankan “Egoistis” (menang sendiri) maka semakin adanya jarak dalam hal bermasyrakat. Dalam hal ini saya memberikan contoh perbedaan budaya barat dengan budaya timur.
A.Budaya Barat
                 Budaya Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang berasal Eropa. Istilah "budaya Barat" digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
Pengaruh budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika atau moral, selama masa Pasca Klasik.
Pengaruh budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme.
Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.



Ada 3 ciri Budaya Barat”
Pertama adalah “penghargaan terhadap martabat manusia”. Hal ini bisa dilihat pada nilai-nilai seperti: demokrasi, institusi sosial, dan kesejahteraan ekonomi.
Kedua adalah “kebebasan”. Di Barat anak anak berbicara terbuka di depan orang dewasa, orang orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat secara bebas, tidak membedakan status sosial dsb.
ketiga adalah “penciptaan dan pemanfaatan teknologi” seperti pesawat jet, satelit, televisi, telepon, listrik, komputer dsb. orang Barat menekankan logika dan ilmu. orang Barat cenderung aktif dan analitis.

B.Budaya Timur
     Kebudayaan Timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan minuman apa saja yang boleh di minum, karena hal tersebut dapat berpengaruh pada pertumbuhan maupun terhadap fisik. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu dapat berupa kegiatan yang umumnya/mayoritas dilakukan sendiri, seperti : bersemedi, bertapa, berdo’a, beribadah, dll.
            Kebudayaan timur yang dimaksud disini adalah sebuah kebudayaan diluar kebudayaan orang-orang eropa barat (bangsa eropa barat dan jajahannya). Kebudayaan timur muncul sebagai pembeda dari negara-negara yang pernah dijajah oleh bangsa eropa barat. Oleh karena itu munculah sebuah istilah barat dan timur.
            Hal yang paling dominan dari kebudayaan timur adalah adat istiadat yang masih dipegang teguh.Walaupun adat istiadat saat ini mulai pudar dan berubah. Selain itu hal yang dominan adalah konsep gotong royong,kebersamaan menjadi hal yang paling utama.
      
  3.2.1 Letak Perbedaan Antara Kebudayaan Barat dan Timur
cara umum perbedaan antara kebudayaan barat dan timur ada 19 item yaitu:


1. Opini/Pendapat
Orang Timur cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya/tujuannya tidak serumit yang dimaksud. Sangat berbeda dengan orang Barat, mereka langsung ke pokok masalah dan mereka nggak biasa basa-basi.



2. Waktu
Orang Timur terkenal kurang menghargai waktu kalau ada janji kadang tidak tepat waktu. Berbeda dengan orang Barat mereka sangat menghargai waktu, sebab mereka paling enggak suka kalau janji jam karet alias telat waktu.

3.Gaya Hidup.
Orang Timur khususnya Indonesia sangat senang kalau tetap deket sama keluarga, makan kaga makan yang penting kumpul. Berbeda dengan orang Barat mereka cenderung individualis.

4.Hubungan.
Karna orang Timur sangat bersosialisasi atau menjalin hubungan lebih komplek, makanya situs jaring Facebook ataupun Friendster lebih banyak diminati oleh orang Timur, khususnya Indonesia. Berbeda dengan orang Barat mereka lebih individualis/sangat jarang menjalin hubungan dangan orang lain.

5. Perayaan / pesta
Jika ada perayaan atau pesta orang Timur lebih suka mengundang orang sebanyak, mungkin kalau sedikit rasanya nggak afdol / (kaga sah kali ya), Contohnya dalam acara pernikahan, benar-benar pemborosan, berbeda dengan orang Barat, mau acara pernikahan saja undangannya lewat Fax. dan nggak semua orang diundang, cukup kerabat atau teman dekat, lebih sederhana dan nggak boros biaya.

6. Terhadap sesuatu yang Baru
Orang Timur kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, makanya nggak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtive, punya handphone gonta ganti, bahkan ada yang koleksi HP, mobil tiap tahun gonta-ganti, hanya karena nggak mau ketinggalan model. Berbeda dengan orang Barat Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta keblinger pengen tahu dan pengen memiliki atau memakainya , hanya sekedar tahu saja..



7. Anak
Dikeluarga orang Timur terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat memanjakan, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang orang tua tetap masih aja ngurusin anaknya, dengan harapan keturunan mereka bisa lebih langgeng dan sukses. Berbeda dengan keluarga orang Barat, anak-anak mereka dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya.

8.Trendi
Jika orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, contoh : orang Timur lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal dinegara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.

9.Atasan/Bos
Ini yang menarik, orang Timur/Asia umumnya memperlakukan atasan lebih dari yang lainnya, dan sang atasannya pun senang diperlakukan seperti itu. Berbeda jika di Barat, atasan tidak terlalu menonjolkan diri sebagai yang punya kuasa penuh, tetap sejajar dengan bawahan, namun tetap punya kekuasaan dan diakui sebagai atasan.

10.MasaTua
Kalau orang Timur masa tua lebih banyak ngurusin cucu, kalau di Barat nggak ada namanya ngasuh cucu, paling banter sekedar ketemuan itu pun kalau kangen saja, karena hidupnya sudah masing-masing.

11. Transportasi
Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang Timur, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.

12.Di tempat makan
Ditempat makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, nggak rame dan seberisik orang Timur.



13.Wisata
Kalau lagi wisata, orang Timur paling suka foto-foto, sangat beda sama orang Barat, kalau ke tempat wisata mereka lebih suka mengamati keindahan suasana ketibang foto-foto.

14.Keindahan tubuh ideal
Orang Barat merasa ideal punya warna kulit tubuh kecoklat-coklatan, makanya sering berjemur dipantai, beda kalau orang Timur terutama orang Indonesia, malah sangat mendambakan warna kulit putih.

15.Menghadapi masalah
Kalau orang Timur lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah, berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah. Makanya jangan heran kalau di Indonesia orang mau sukses ambil jalan pintas, mau bisnis sukses, main suap rekan bisnis, mau anak sukses jadi pegawai negeri, main suap sana suap sini, mau jadi caleg, asal punya duit jadi deh nomor urut 1, nggak sedikit yang datang ke dukun supaya lebih tercapai cita-cita jadi anggota dewan.

16.Marah
Kalau orang Barat lagi marah memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.

17.Percaya Diri
Suka tidak suka orang Barat lebih percaya diri dibanding orang Timur.

18.Hari Minggu
Orang Timur lebih suka menghabiskan waktu hari libur Sabtu dan Minggu pergi jalan-jalan sekedar pergi ke Mall, nonton bisokop, kongkow-kongkow, beda dengan orang Barat, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding pergi jalan-jalan.

19.Makan
Umumnya orang Barat makan dibagi 3, makan pembuka, makanan Utama, dan makanan penutup, beda kalau orang Timur ketiga-tiganya makanan utama.

3.  Budaya bermasyarakat Indonesia Yang Perlahan Menghilang
Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya

1.        Cium Tangan Orang Tua

      

Cium tangan biasa di bilang salim, hal ini dilakukan biasanya saat bertemu dengan orang yang lebih tua ataupun orang tua sendiri, dan juga orang yang lebih tua dalam keluarga dan tatanan bermasyarakat contohnya tetangga. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menghormati orang yang lebih tua dengan cara cium tanganya. Kebudayaan yang seperti ini perlahan akan segera hiang semakin majunya zaman.


2.      Penggunaan Tangan Kanan

Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan.  (kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir).


3. Senyum Dan Sapa

Kebiasaan ini menjadi identik dengan Indonesia karena Indonesia dikenal dengan negara yang mudah senyum dan saling tegur sapa, namun saat ini kebiasaan tersebut sudah jarang terlihat.

4.      Musyawarah
Kebudayaan ini sudah sangat jarang di temui, apalagi di kota besar misalnya Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.

5..      Gotong Royong

Salah satu kebudayaan yang akan segera hilang dan bahkan sudah sangat jarang kita temui di kehidupan. Gotong royong merupakan bentuk kebersamaan antar masyarakat sehingga mepererat jaringan silaturahmi.


4. Kesimpulan dan Saran

                   4.1 Kesimpulan

Kebudayaan yang saat sekarang sudah sangat berbeda dari pada                zaman dulu, semakin mengingkatnya zaman yang maju semakin tersingkirnya kebudayaan atau kebiasaan budaya yang lama. Budaya barat sangat mempengaruhi perubahan budaya di seluruh dunia.

4.2 Saran
                       
                        Setelah membahas dan mempelajari budaya masyarakat yang hilang saya
            mengharapkan bagi siapa saja yang membaca artikel ini tetap melestarikan
            budaya masyarakat ini, karena budaya-budaya ini menjadi integritas
            bangsa.                              






 DAFTAR PUSTAKA

1.      5 kebudayaan Indonesia yang mulai hilang  (2013, 15 April)
http://www.tamoranews.com/2011/12/5-kebudayaan-indonesia-yang-mulai.html

2.      Cerminan etika (2013, 16 April)
http://journal.unair.ac.id/filerPDF/CERMINAN%20ETIKA.pdf

3.      Manusia mahluk sosial ( 2013, 16 April)
http://eituzed.blogspot.com/2012/11/manusia-makhluk-sosial.html

4.      Macam-macam norma dalam masyarakat
http://www.slideshare.net/aidhayuriza/macam-macam-norma-dalam-masyarakat.html

5.      Makalah perbedaan budaya Barat dan Timur